KYAI CILIK SUKMA JATI

Cerita ini sebagian diambil dari kisah nyata, dengan bumbu dialog tentunya ku buat sendiri, dan ramuan cerita seadanya, sedikit dibumbui, sebab cerita ini di samping ku alami sendiri, juga dari kumpulan cerita orang yang menuturkan padaku, aku hanya berusaha merangkainya menjadi cerita yang utuh, atau berusaha kubuat utuh.

Nama-nama orang di dalamnya akan ku sembunyikan, agar tidak menyinggung siapapun, dan bisa jadi nanti kisah ini akan berubah-ubah, artinya tanpa alur pakem tertentu, karena mengikuti alur yang terjadi sesuai perubahan keadaan, atau protes dari orang yang kemudian tak mau ikut ku masukan dalam kisah ini, jadi jika ada hal yang seperti itu, maka diharap maklum, juga jika ada salah tulis atau salah ketik atau salah dalam menuangkan cerita, maka semoga semua maklum sebab diri penulis juga baru belajar menulis, jika kok banyak kesibukan lalu cerita jadi ngadat, harap maklum, cerita ini akan ku tulis langsung, jadi pasti akan banyak kesalahan, hanya harapanku, semoga tulisan ini akan membawa manfaat bagiku khususnya dan semua orang yang membaca pada umumnya.

Nama beliau, guru besarku yang menjadi tokoh utama dalam kisah ini ku sembunyikan, yang mana beliau juga mursyid ahli talkin, ahli bai'at, ahli tawasul, ahli silsilah toreqoh gabungan qodiriyah naqsabandiyah, syathariyah, ghustiyah, qutub, yang juga cucu buyut dari syaih Nawawi Banten dari jalur ayah yang selama hidupnya menjadi imam Masjidil Haram, juga guru dari Hasyim As'ari pendiri NU, dan guru dari syaih Kholil Bangkalan, sedang ibu beliau keturunan dari syaih Mansyur Cikaduwun, dan juga turunan dari Prabu Siliwangi Pajajaran.

Sejak zaman Soeharto, Gus Dur, Megawati, dan SBY beliau selalu ditunduki pemerintah, walau tak pernah mau dipublikasikan oleh media apapun, dan dengan izin beliau cerita ini saya buat, dengan menyembunyikan nama dan hal yang tidak boleh dibuka, maka cerita ini kubuat tanpa mengurangi takdzim saya, sebagai murid beliau, dari sekian juta muridnya yang tersebar.


10 komentar:

  1. Terima kasih mas. Diteruskan yah. Sangat menarik perjalanannya...

    BalasHapus
  2. Mas Kyai tolong dilajutkan dunk cerita Kyai Cilik Sukma Jatinya ..... pasti di ijinkan .......Wassalam Arek Jombang ..

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum boleh saya tau bagaimana boleh saya menghubungi pemilik blog ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam.
      ada kolom "Empunya Blog".

      Hapus
    2. Ada nombor telefon?

      Hapus
  4. assalamualaikum boleh saya dapat alamatnya kiayi cilik?

    BalasHapus
  5. apa alamat kiayi?

    BalasHapus
  6. pak kiayi tolong dilanjut kisahnya terima kasih

    BalasHapus
  7. Yang lanjutan ke 23 apakah sudah ada

    BalasHapus