Setiap yang engkau pandang sebagai kebaikan dan engkau mencintainya, maka cintamu itu adalah bukan cinta yang sejati. Engkau sedang terpedaya. Dan engkau sedang mencintai kesenangan nafsumu, itu akan kau tinggalkan, itu tak abadi, renungkanlah.....! renungkan dengan pikiran jernihmu.

Cinta yang hakiki adalah cinta yang tidak berubah, kekal abadi sepanjang pencipta cinta itu ada, yaitu cinta kepada Allah, yakni cinta yang engkau lihat dengan dua mata hatimu, yaitu cinta para Al-Shiddiqin Ruhaniyyin. Mereka tidak menyintai dengan keimanan mereka, tetapi dengan keyakinan dan mata hati mereka. Terbukalah hijab yang menyelubungi mata hati mereka, sehingga mereka mampu melihat apa yang ada di alam gaib, melihat sesuatu yang tidak mungkin bagi mereka untuk menjelaskannya. Seorang yang berzuhud dan berada pada tahap awal, harus menghindarkan diri dari semua manusia dan orang-orang fasik yang melakukan maksiat. Tapi setelah mencapai tingkat kesempurnaan, dia tidak akan menghindarkan diri bahkan dia akan menemukan mereka karena penawar mereka itu ada padanya. Karena ketika seseorang itu telah mengenal Allah, dia tidak akan menghindar dari sesuatu apapun dan tidak akan takut selain Allah. Barangsiapa yang sudah sempurna Ma'rifatnya kepada Allah, maka ma'rifat itulah yang akan menjadi pembalap baginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar