Sesungguhnya ALLAH mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

Ingin dicintai Allah? Ingin jadi kekasih Allah? Dalilnya jelas, gamblang, Allah itu mencintai orang yang bertaubat, maka jika ingin jadi kekasihnya Allah ya cukup jalankan saja taubat setiap hari, setiap malam, tentunya sebagai amaliyah, setelah semua wajib terpenuhi semua, bukan hanya melakukan taubat, tapi yang pokok ditinggal. Melakukan taubat bukan hanya sebagai membersihkan diri mentaubati dosa-dosa, tapi lebih sebagai sarana untuk agar naik dari derajad hamba, naik ke derajad muhibbin yaitu orang yang dicintai Allah, tetap dalam hati melakukan taubat terus menerus dilakukan dengan berusaha ikhlas lillah, sedang praktek dijalankan tiada henti, istiqomah, sebab bukti tunduk ketaatan pada Allah, sebab taubat itu adalah sarana paling gampang untuk mensucikan ruhani dari kekeruhan kesalahan dan dosa disengaja atau tidak.

Laku dosa bagi orang yang bertaubat itu adalah rahmat, atau wujud kasih sayang Allah, sampai Allah melepaskan kita berbuat salah, agar saat kita bertaubat itu ada yang ditangisi, sebagaimana nabi Adam as, menangis bertahun-tahun, sampai ratusan tahun karena memakan buah khuldi, sampai tangisannya tetes air matanya menjadi aliran sungai, dan hanya tangisan orang yang bertaubat itu yang bisa memadamkan api neraka. Dan tubuh yang terkena air mata orang yang bertaubat itu dijamin nabi saw tak tersentuh api neraka.

Betapa besar kasih sayang Allah, menjadikan kita sebagai kekasihnya dari kita orang yang durhaka melakukan dosa. Menjadi orang yang dicintaiNya dari sebab dosa kita, lalu kita bertaubat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar