Sekali pun sulit mencapai tingkat ikhlas yang tertinggi namun, haruslah diusahakan agar diperoleh kondisi hati yang ikhlas dalam segala perbuatan apakah yang lahir maupun yang batin. Orang yang telah tumbuh di dalam hatinya rasa kasihkan Allah swt akan berusaha membentuk hati yang ikhlas. Mata hatinya melihat bahwa Allah-lah Tuhan Yang Maha Agung dan dirinya hanyalah hamba yang hina. Hamba berkewajiban tunduk, patuh dan taat kepada Tuhannya. Orang yang di dalam makam ini beramal karena Allah swt: karena Allah yang memerintahkan beramal, karena Allah berhak ditaati, karena perintah Allah wajib dilaksanakan, semuanya karena Allah tidak karena sesuatu yang lain.

Golongan ini sudah dapat menawan hawa nafsu yang rendah dan pesona dunia tetapi dia masih melihat dirinya di samping Allah swt. Dia masih melihat dirinya yang melakukan amal. Dia gembira karena menjadi hamba Allah s.w.t yang beramal karena Allah s.w.t. Sifat kemanusiaan biasa masih mempengaruhi hatinya.

Setelah kerohaniannya meningkat hatinya dikuasai sepenuhnya oleh lakuan Allah swt, menjadi orang arif yang tidak lagi melihat ke dirinya dan amalnya tetapi melihat Allah, Sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Apa saja yang ada dengannya adalah anugerah Allah swt. Sabar, reda, tawakal dan ikhlas yang ada dengannya semuanya merupakan anugerah Allah swt, bukan amal yang lahir dari kekuatan dirinya. 

Tingkat ikhlas yang paling rendah adalah ketika amal perbuatan bersih dari riak yang jelas dan samar tetapi masih terikat dengan keinginan kepada pahala yang dijanjikan Allah s.w.t. Ikhlas seperti ini dimiliki oleh orang yang masih kuat bersandar kepada amal, yaitu hamba yang mentaati Tuannya karena mengharapkan upah dari Tuannya itu.

Di bawah dari tingkatan ini tidak dinamakan ikhlas lagi. Tanpa ikhlas seseorang beramal karena sesuatu muslihat keduniaan, ingin dipuji, ingin menutup kejahatannya agar orang percaya kepadanya dan bermacam-macam lagi trik yang rendah. Orang dari golongan ini meskipun banyak melakukan praktek namun, praktek mereka adalah umpama tubuh yang tidak bernyawa, tidak bisa menolong tuannya dan di hadapan Tuhan nanti akan menjadi debu yang tidak mensyafaatkan orang yang melakukannya. Setiap orang yang beriman kepada Allah harus mengusahakan ikhlas pada amalannya karena tanpa ikhlas syiriklah yang bergabung praktek tersebut, sebanyak ketiadaan ikhlas itu.
(Amalkanlah hal itu) dengan tulus ikhlas kepada Allah, serta tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya. (Ayat 31: Surah al-Hajj)

"Serta (diwajibkan kepadaku): 'hadapkanlah seluruh dirimu menuju (ke arah mengerjakan perintah-perintah) agama dengan tulus dan ikhlas, dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang musyrik'". Dan janganlah engkau (Muhammad) menyembah selain Allah, yang tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak juga dapat membahayakan kepadamu. Jadi, jika engkau mengerjakan yang demikian, maka pada saat itu kamu akan menjadi orang-orang yang berlaku zalim (terhadap diri sendiri dengan perbuatan syirik itu). (Ayat 105 & 106: Yunus)

Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah amal yang ikhlas yang berdasarkan takwa dari kamu. (Ayat 37: Surah al-Hajj)

Allah menyeru sekaligus supaya berbuat ikhlas dan tidak berbuat syirik. Ikhlas adalah lawan kepada syirik. Jika sesuatu amal itu dilakukan dengan anggapan bahwa ada makhluk yang berkuasa mendatangkan manfaat atau mudarat, maka tidak ada ikhlas pada amal tersebut. Bila tidak ada ikhlas akan adalah syirik yaitu sesuatu atau seseorang yang kepadanya amal itu ditujukan. Orang yang beramal tanpa ikhlas itu disebut orang yang zalim, bahkan pada zahirnya dia tidak menzalimi siapa. Intisari kepada ikhlas adalah melakukan sesuatu karena Allah semata.

Mata, tidak ada kepentingan lain. Kepentingan diri sendiri merupakan musuh ikhlas yang paling utama. Kepentingan diri lahir dari nafsu. Nafsu inginkan kemewahan, kesenangan, posisi, kemuliaan, puji-pujian
dan sebagainya. Apa yang lahir dari nafsu itulah yang sering
menghalangi atau merusak ikhlas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar