Pengetahuan ilahiah dan pengetahuan insaniah.

Pengetahuan ilahiah adalah ilmu yang dengannya Dia mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun tidak tampak. Pengetahuan ilahiah menembus apa yang tersembunyi dan memahami semua yang nyata. Maka dari itu, pencari pengetahuan ilahiah harus bermusyahadah kepada Allah dalam setiap perbuatannya karena mengetahui bahwa Allah melihatnya dan mengetahui semua yang dia lakukan.

Ada sebuah hikayat yang menceritakan bahwa seorang yang terkemuka di Bashrah pergi ke kebunnya. Tanpa disadari matanya tertambat pada istri tukang kebunnya yang cantik. Dia menyuruh si tukang kebun pergi karena ada urusan penting dan berkata kepada si istri tersebut, “Tutup pintu.” Istri tukang kebun itu menjawab, “Saya sudah menutup semua pintu kecuali satu pintu yang tidak bisa saya tutup.” Dia bertanya, “Pintu yang manakah itu?” Wanita itu menjawab, “Pintu yang terletak di antara kita dan Allah.” Dengan jawaban ini orang tersebut bertaubat dan memohon ampunan.

Masih menjelaskan tentang pengetahuan ilahiah dan pengetahuan insaniah. Hujwiri mengutup perkataan Hatim Al-Ahsamm (meninggal 237 H/852 M), dia berkata, “Saya pilih mengetahui empat perkara, dan membuang semua pengetahuan di dunia ini.” Lalu dia ditanya, “Apakah empat perkara itu?” Dia menjawab, “Pertama adalah bahwa saya tahu bahwa makanan sehari-hari saya dibagikan secara adil kepada saya, dan tidak akan ditambah dan dikurangi, dan akibat dari semua itu saya tidak akan mencoba memperbanyaknya. Kedua, saya tahu bahwa saya berhutang kepada Allah yang tidak seorang pun akan bisa membayarnya selain saya, oleh karena itu saya sibuk membayarnya. Ketiga, saya tahu bahwa ada seseorang yang mengejar saya oleh karena itu saya mempersiapkan diri untuk bertemu dengannya. Keempat, saya tahu bahwa Allah mengamati saya, maka dari itu saya malu melakukan sesuatu yang tidak boleh saya lakukan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar