Manusia yang tak paham siapa dirinya itu ketika dalam kejayaan akan timbul pongah dan sombong, buahnya akan menginjak yang lemah dan merendahkan yang tak berdaya.
Ketika dalam kesusahan timbulnya merana, ngersulo, tak terima, ujungnya akan jadi perampok dan pembegal. Irian dan dengkian.
Ketika dalam keadaan dibelit ujian dan penderitaan, buahnya akan mengeluh, down, mencari pelarian, mencari jalan keluar, jika tidak dapat jalan keluar yang baik, apa juga akan dijadikan jalan keluar.
Ujung ujungnya bisa bunuh diri, atau menjadi hamba setan selamanya.

Bedanya kesusahan karena nasib dan kesusahan karena ujian jika kesusahan itu karena nasib adalah kesusahan itu melekat, dan jika kesusahan itu adalah bala ujian yang diturunkan Allah, ujian itu akan menerpa siapa saja tak perduli kaya atau miskin tak perduli kuat atau lemah.

Bedanya sesuatu menimpa seseorang itu adalah bala bencana siksa atas dosa, dengan ujian dan anugerah kenaikan derajad, terletak pada suasana hati orang yang ditimpa, jika suasana hati orang yang ditimpa bencana itu mengeluh dan tidak terima, maka apa yang menimpanya itu adalah siksaan dari Allah atas dosa orang itu, jika yang mengalami bencana itu bersabar, dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi maka yang menimpa itu dinamakan ujian, dan jika yang mengalami itu bersabar dan bersyukur dan ridho dengan ketentuanNya maka apa yang menimpa itu dinamakan nikmat anugerah dari Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar