Jika kamu mencari Allah, kemana saja jalan kamu tempuh, ke arah mana saja tujuan kamu lewati dan apa saja kamu naiki, kamu tak akan menemukan Allah, sebab Allah itu bukan bagian dari alam ini, Allah itu pencipta alam, bukan bagian dari alam. Jika pencarianmu kamu paksakan, maka kamu akan gila karena hanya menemui kebuntuan. Tugasmu sebagai hamba, budak, bukan sebagai pencari, hamba itu menjalankan tugas ketaatan pada majikan tanpa protes dan tanpa gaji, jika kamu taat menghamba, menjadi pelayan, yang melayani agama Allah, bukan melayani kesenanganmu sendiri, maka Allah akan suka padamu, diangkatlah engkau di maqom cinta, kekasih setelah sebagai hamba, jika Allah cinta padamu maka selain Allah akan dihapus dari hatimu, dunia, keluarga, anak istri, kedudukan, jabatan, nama besar.
Dan jika Allah mencintaimu maka akan dibukakan hijab penutup alam ini, maka kamu akan sampai maqom makrifat.
Jadi tidak ada kemakrifatan itu dicari tapi karena Allah membuka hijab manusia, dan menganugerahi pengetahuan dan kepahaman, sebagaimana nafas itu dianugerahi Allah, bukan kita yang meciptanya. Ruh juga begitu. Dia urusannya Allah, juga persifatan ruh kita, Allah yang memberi, sabar, ridha, amanah, dll.

1 komentar: