Dengan firman-Nya: "Dan karunia Tuhanmu lebih baik dan abadi". Allah memperingatkan Nabi pilihan-Nya, agar menghargai hal yang ada, dan mensyukuri karunia-karunia-Nya. Dengan kata lain, perintah ini adalah sebagai berikut: "Segala yang telah Aku berikan kepadamu - kebaikan, kenabian, ilmu, keridhaan, kesabaran, pemerintah agama, dan jihad di jalanKu - lebih baik dan lebih berharga dibandingkan semua yang Kuberikan kepada yang lain." Jadi, segala kebaikan terletak pada menghargai dan mensyukuri keadaan yang ada, dan menghindarkan selainnya, karena hal semacam itu merupakan ujian dari-Nya. Jadi bila sesuatu telah ditentukan-Nya bagimu, tentu sesuatu itu akan datang kepadamu, suka atau tidak suka. Karenanya, sungguh tak patut, bila kekurang layakan dan kerakusan terwujud padamu, keduanya tertolak oleh akal dan ilmu. Dan jika sesuatu itu ditakdirkan-Nya bagi orang lain, mengapa kau bersusah payah meraih sesuatu yang tak bisa kau raih? Dan jika sesuatu tak diturunkan-Nya kepada siapapun, hanya sebagai tes, mana mungkin seorang arif menyukainya dan berupaya keras meraih itu? Terbuktilah, bahwa seluruh kebaikan dan keselamatan terletak pada menghargai kondisi yang ada. Maka, bila kau dinaikkan ke lantai atas, sampai ke atap istana, maka kau sebagaimana telah kami nyatakan, harus sadar diri, tenang, dan baik-laku. Kau harus berbuat lebih dari ini, sebab kau sekarang lebih dekat kepada sang Raja, dan lebih dekat kepada mara bahaya.
Maka, jangan menginginkan perubahan kondisi yang ada padamu. Nah, kau tak punya pilihan dalam masalah ini, sebab hal itu mendorong ke takbersyukuran atas rahmat-rahmat yang ada, dan cita semacam ini membuat terhina, baik di dunia maupun di akhirat. Maka berlakulah sebagaimana yang telah kami nasihatkan kepadamu, sampai kau dikaruniai oleh Allah maqam yang teguh, dan takkan tergoyahkan dengan segala tanda dan sinyalnya. Karena itu, tambatkanlah padanya dan jangan biarkan dirimu lepas darinya. (Kondisi perubahan rohani) adalah milik para wali, sedang maqam (tingkat spiritual) adalah milik para badal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar