Tanda berhentinya pandangan seseorang hanya pada mahluq, adalah ketika melihat keberhasilan orang lain, maka akan timbul dengki, dan iri, karena tidak melihat, dan makrifat, tau, mengerti, paham, kalau Allah lah yang memberi anugerah, tidak mahluk, siapa saja mampu berbuat apa saja, kecuali ada ijin Allah di dalam kejadian dan perbuatan, jika tidak ada ijin Allah, maka segala sesuatu itu tak akan terjadi, TIDAK ADA KEKUATAN UNTUK MELAKUKAN LAKU IBADAH, KECUALI ATAS IJIN ALLAH, DAN TIDAK ADA KEKUATAN MENGHINDARI LAKU KEMAKSIATAN KECUALI ATAS IJIN ALLAH,

Iblis melakukan maksiat, dan meminta ijin pada Allah untuk mengajak mausia melakukan maksiat, melakukan aneka dosa, ijin yang diberikan Allah itu bukan lantas Allah ikut berdosa, karena memberi ijin iblis mengajak manusia melakukan dosa, ijin Allah itu sebagai ujian bagi manusia, dan juga sebagai pemercepat manusia mencapai kedekatan diri pada Allah, karena dekat yang paling dekat pada Allah itu yang paling takwa, takwa itu takut, ketkutan pada Allah itu harus diuji, misal kamu mau merampok, lalu ketika sudah di tangan hasil rampokan, lalu kamu takut pada Allah, dan mengembalikan hasil rampokan dan minta maaf pada yang dirampok.

Misal kamu mau berzina, sudah mau melakukan, tapi tidak kamu lakukan, karena kamu takut pada Allah, lalu gak jadi zina, itu namanya ujian letakwaan, ada banyak contoh, artinya ujian itu, ya sudah mengalami, kalau tidak mengalami namanya bukan ujian, tau kan ujian kelas, kalau ikut ujian itu ya sudah duduk di meja dan mengisi lembar pertanyaan, itu namanya mengalami, atau ikut ujian, kalau cuma misal ujian berzina, kok cuma tidak mau melihat perempuan karena takut berzina, itu namanya belum mengalami ujian, ujian berzina itu misal kamu lelaki, perempuan lain sudah ada di depanmu dalam keadaan telanjang, tapi kamu tidak melakukan apa apa, itu namanya mengalami ujian zina. jika kamu sukses tidak melakukan apa-apa, maka kamu dinamakan lulus ujian. dengan hasil 100 persen.

Di samping perbuatan dosa itu terjadi karena Allah mengijinkan terjadi, juga maksud Allah perbuatan dosa itu bisa di jadikan sarana bertaubat, ketika ahli taubat mengingat dosanya, maka akan timbul tangisan karena rasa takut pada Allah, dan air mata ketakutan itu yang akan menjadi pemadam api neraka, dan karena rasa taubatnya orang itu menjadikan dia makin cepat dekat dengan Allah, sebab Allah itu cinta kepada orang yang bertaubat, dan mensucikan diri, semakin sering orang itu bertaubat maka makin dicintai oleh Allah, bagaimana mau menangis, kalau tidak ada yang bisa ditangisi, bagaimana mau mensucikan kalau tidak pernah merasa kotor, dan selalu merasa suci. Bagaimana mau bertaubat kalau tidak pernah merasa berbuat dosa? jadi merasa bersih dan merasa suci sebenarnya adalah penyakit paling berbahaya, berbahayanya bukan hanya dalam kejiwaan orang itu, karena walau penuh kotoran juga akan merasa bersih suci, walau penuh dosa tapi tetap merasa bersih, tapi juga orang seperti itu tak akan pernah menjadi kekasih Allah. karena Allah cinta pada orang yang selalu bertaubat, bukan cinta kepada orang yang sok suci. semoga di pahami, dan tidak salah paham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar