Menekankan tentang uzlah yaitu mengisolasi diri. Uzlah atau mengisolasi diri dengan menghindar dari berkumpul dengan masyarakat kebanyakan tubuh saja tidak akan ada dampak yang baik jika hati tidak ikut beruzlah. Meskipun tubuh badan disegel hati masih bisa disambar oleh empat hal:
1. Penjelasan, ingatan, menarik dan keinginan terhadap benda-benda alam seperti harta, wanita, pangkat dan lain-lain.
2. Kehendak atau syahwat yang mengarahkan perhatian kepada apa yang diinginkan.
3. Kelalaian yang menutup ingatan terhadap Allah swt.
4. Dosa yang tidak dicuci dengan taubat masih mengotori hati.

Diri manusia tersusun dari anasir tanah, air, api dan angin. Ia juga diresapi oleh unsur-unsur alam seperti mineral, tumbuh-tumbuhan, hewan, setan dan malaikat. Setiap anasir dan unsur itu menarik hati kepada diri masing-masing. Tarik menarik itu akan menimbulkan kekacauan di dalam hati. Kekacauan itu pula menyebabkan hati menjadi keruh. Hati yang keruh tidak dapat menerima sinar nur yang melahirkan iman dan tauhid. Mengobati kekacauan hati adalah penting untuk membukakannya bagi menerima informasi dari Alam Malakut. Hati yang kacau itu dapat distabilkan dengan cara menundukkan semua anasir dan unsur tadi ke syariat. Syariat menjadi tali yang dapat mengikat musuh-musuh yang mencoba menawan hati. Penting bagi seorang murid yang menjalani jalan kerohanian menjadikan syariat sebagai payung yang menyelaraskan perjalanan anasir-anasir dan daya-daya yang menyerap ke dalam diri agar cermin hatinya bebas dari gambar-gambar alam maya. Bila cermin hati sudah bebas dari gambar-gambar dan atraksi tersebut, hati dapat menghadap ke Hadrat Ilahi.

Selain menarik benda-benda alam, hati bisa juga tunduk kepada syahwat. Syahwat bukan hanya dorongan hawa nafsu yang rendah. Semua bentuk kehendak diri sendiri yang berlawanan dengan kehendak Allah swt adalah syahwat. Kerja syahwat adalah mengajak manusia supaya lari dari hukum dan aturan Allah SWT serta membangkang takdir Ilahi. Syahwat membuat manusia tidak rela dengan keputusan Allah swt. Seseorang yang ingin menuju Allah swt perlulah melepaskan dirinya dari belenggu syahwat dan keinginan diri sendiri, lalu masuk ke dalam benteng aslim yaitu berserah diri kepada Allah swt dan rela dengan takdir-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar