Dia Yang Hidup; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan mengikhlaskan amal agama kamu kepada-Nya semata-mata. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang melestarikan dan memelihara sekalian alam. (Ayat 65: Surah al-Mu'min)

Allah s.w.t jua Yang Hidup. Dia yang memiliki segala kehidupan. Dia jualah Tuhan semesta alam. Apa saja yang ada di alam ini adalah ciptaan-Nya. Apa saja yang hidup adalah diperhidupkan oleh-Nya. Jalan dari Allah swt adalah nikmat dan karunia sementara jalan dari hamba kepada-Nya pula adalah ikhlas. Hamba dituntut untuk mengikhlaskan segala aspek kehidupan untuk-Nya. Dalam melaksanakan tuntutan memurnikan kehidupan untuk Allah ini hamba tidak bisa merasa takut dan gentar kepada sesama makhluk. Jadi maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya (dan menjauhi bawaan syirik), sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai (praktek yang demikian). (Ayat 14: Surah al-Mu'min)

Allah swt telah menetapkan kode etik kehidupan yang harus dijunjung, dihayati, diamalkan, disebarkan dan diperjuangkan oleh kaum muslimin dengan sepenuh jiwa raga dalam kondisi ikhlas karena Allah swt, meskipun ada orang-orang yang tidak suka, orang-orang yang menghina, orang-orang yang membangkang dan mengadakan perlawanan. Keikhlasan yang diperjuangkan dalam kehidupan dunia ini akan dibawa bersama ketika menemukan Tuhan kelak. 

Katakanlah: "Tuhanku menyuruh berlaku adil (pada segala hal), dan (Menyuruh agar kamu) hadapkan muka (dan hati) kamu (kepada Allah) dengan benar pada setiap kali sembahyang, dan bertasbihlah dengan mengikhlaskan amal agama kepada-Nya semata-mata; (Karena) sebagaimana Ia telah menjadikan kamu pada awalnya, (demikian pula) kamu akan kembali (kepada-Nya) ". (Ayat 29: Surah al-A'raaf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar