Adalah Muhammad bin Al-Munkadir RA, apabila ia menangis maka ia menyapu mukanya dan janggutnya dengan air matanya dan megatakan, “Telah sampai berita kepadaku bahwa mereka tidak akan memakan tempat yang disentuh air mata.”

A bduLlah bin Amar bin ‘ash RA berkata, menangislah. Maka jikalau engkau tidak menangis maka dibuat-buatlah menangis itu maka demi Allah yang nyawaku ditangan-Nya jikalah tahu seseorang dari kamu dengan sebenar-benar tahu, niscaya ia memekik hingga suaranya habis, dan ia mengerjakan shalat hingga pecah tulang pinggangnya”.

Abu Sulaiman Ad-Daraani RA berkata, tiadalah bolak-balik mata itu dengan airnya melainkan tiada akan menganiaya muka yang punya mata itu oleh kesempitan dan kehinaan di hari kiyamat. Maka jikalau mengalir air matanya niscaya uap api neraka akan dipadamkan oleh Allah dengan tetesan yang pertama darinya. Dan jikalau seorang laki-laki menangis untuk suatu umat, niscaya tiada akan diazab umat itu”.

Abu Sulaiman RA berkata, “Menangis itu dari takut/ khauf, harap dan sukacita itu dari kerinduan”.

Ka’bul akhbar RA berkata,” Demi Allah yang tanganku ditangan-Nya, aku menangis dikarenakan takut kepada Allah, sehingga mengalirnya air mataku di pipiku lebih aku sukai daripada aku bersedekahAbduLlah bin Umar berkata, “Bahawa aku mengeluarkan air mata dikarenakan takut kepada Allah Ta’ala, adalah lebih aku sukai daripada aku bersedekah dengan seribu dinar”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar