IMAM AL GHOZALI

BISMILLAHIROHMANIRROHIM

Pertama-tama saya memuji Allah SWT dengan pujian banyak lagi berturut - turut meskipun pujian para pemuji itu terlalu rendah, kurang dari hak ke Maha Besaran Nya.

Kedua saya mohonkan rohmad dan kesejahteraan atas para rosul Rasul Nya dengan rahmad yang mencakup seluruh para Rasul bersama penghulu manusia.

Ketiga saya beristikharah kepada Allah Ta'ala mengenai timbulnya cita cita untuk menulis sebuah buku tentang menghidupkan ilmu ilmu agama.

Keempat, saya merasa terpanggil untuk memotong kata'ajubanmu wahai pencela yang keterlaluan dalam mencela dari golongan orang orang yang ingkar, yang berlebih lebihan dalam dalam mencaci dan mengingkari dari golongan orang orang yang ingkar dan lalai.

Sungguh terlepas dari diam lidahku dan saya kalungi dengan untaian perkataan selama kamu terus buta terhadap kebenaran yang nyata serta melantur dalam menolong yang batal, membaguskan yang batal, membaguskan kebodohan dan membangkitkan keburukan terhadap orang yang lebih mengutamakan untuk mengundurkan diri sedikit dari kebiasaan orang banyak. dan bergeser dari kebiasaan itu untuk menuju kepada amal yang dikehendaki oleh ilmu karena ingin sekali memperoleh kesucian jiwa dan perbaikan hati untuk beribadah kepada Allah Ta'ala. dan untuk perbaikan umur yang hilang dengan sia sia karena putus asa dari kesempurnaan mendapatkannya dan penambalannya .dan menghindarkan diri dari golongan yang telah disebutkan oleh pemilik syara'(Shohibusy Syara') semoga rahmad dan kesejahteraan Allah tatap atasnya

"Orang yang paling berat siksaanya pada hari kiamat adalah orang 'alim yang mana Allah yang Maha Suci tidak memberi manfa'at ilmunya"
(Hadits ini diriwayatkan oleh Ash Shoghir dan al baihaqi dalam Syu'bul iman dari abu Abu hurairoh dengan sanad yang Dhoif).

Demi umurku, sesungguhnya tidak ada sebab bagi kuterus- meneruskanmu dalam kesombongan selain penyakit yang umum pada orang banyak bahkan menimpa golongan yang banyak karena kelalaian dalam memperhatikan puncak urusan ini. dan bodoh (tidak tahu) bahkan urusan ini melampui batas, pembicaraanya sungguh sungguh, akhirnya itu datang , dunia itu berlalu, ajal itu dekat, perjalanan itu jauh sedangkan bekalnya itu sedikit, bahayanya itu besar dan jalannya itu buntu, selain ilmu dan amal yang ikhlas karena wajah Allah adalah tertolak di sisi pengeritik yang melihat.

Menempuh jalan akherat dengan banyaknya tipu daya tanpa adanya petunjuk dan teman adalah melelahkan dan menyusahkan, penunjuk jalan adalah para ulama yang mana mereka adalah pewaris para nabi. MASA telah kehabisan mereka. dan yang tinggal hanyalah orang orang yang bertanda dimana sebagian mereka tergoda oleh syaitan dan terbujuk ooleh orang orang yang melampui batas. Setiap orang yang mendapat bagiannya yang dekat (dunia) maka ia menjadi melihat yang ma'ruf (kebaikan) itu mungkar (Keburukan) , dan yang mungkar itu menjadi ma'ruf. Sehingga ilmu agama terhapus dan menara petunjuk itu tertutup di seluruh penjuru bumi. telah terkhayal kepada makhluq bahwa tiada ilmu kecuali fatwa pemerintah dimana para hakim mempergunakan untuk memutuskan persengketaan ketika merajalelanya kezhaiman, atau perdebatan yang dipergunakan sebagai perisai oleh orang yang mencari kemegahan untuk mendapat kemenangan dan kemewahan/keuntungan, atau sajak (puisi/lagu) yang dihiasi yang dipergunakan sebagai perantara oleh pemberi nasehat untuk membujuk orang awam, karena mereka tidak melihat selain tiga hal ini sebagai pemburu barang haram dan penjaring harta dunia.

Adapun ilmu jalan akherat dan apa yang ditempuh oleh ulama salaf yang shaleh, yang disebutkan oleh Allah Yang Maha Suci dalam kitabnya dengan Fiqh, Hikmah, Ilmu, Cahaya, Nur(sinar), hidayah (petunjuk) maka telah terlipat dari kalangan makhluq dan menjadi sesuatu yang dilupakan ketika hal ini telah menggergotiagama da urusan yang gelap gulita maka saya berpendapat bahwa sibuk dengan menulis kitab ini adalah penting untuk menghidupkan ilmu ilmu agama (Islam), membuka tentang jalan jalan imam terdahulu, dan menjelaskan tujuan ilmu ilmu yang bermanfaat disisi para Nabi dan ulama yang salaf yang shaleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar