Diriwayatkan Adl-Dlahhak ﺍﻟﻀﺤﺎﻙ dari Ibnu Abbas ra . bahwa Ibnu Abbas mendengar Rasulullah saw. bersabda :
Ulama ummat ini terbagi dua. Yang satu dianugerahi Allah ilmu pengetahuan lalu diberikannya kepada orang lain dengan tidak mengharap apa-apa dan tidak diperjual-belikan. Ulama yang seperti ini dido'akan kepadanya oleh burung di udara, ikan dalam air, hewan di atas bumi dan para malaikat yang menuliskan amal manusia. Dia dibawa kehadapan Allah Ta'ala pada hari qiamat, sebagai seorang tuan yang mulia, sehingga menjadi teman para rasul Tuhan. 
Yang satu lagi dianugerahi Allah ilmu pengetahuan dalam dunia ini dan kikir memberikannya kepada hamba Allah, mengharap apa-apa dan memperjual-belikan. Ulama yang seperti ini datang pada hari qiamat, mulutnya dikekang dengan kekang api neraka. Dihadapan manusia ramai, tampil seorang penyeru, menyerukan : "Inilah sianu anak si anu dianugerahi Allah ilmu pengetahuan. Di dunia, maka ia kikir memberikannya kepada hamba Allah, dia mengharap apa-apa dan memperjual-belikannya. Ulama tadi di'azabkan sampai selesai manusia lain dihitung amalan-nya (dihisab)".

Yang lebih dahsyat dari itu lagi, ialah riwayat yang menerangkan bahwa ada seorang laki-laki menjadi pesuruh Nabi Musa as. Laki-laki itu selalu mengatakan : "Diceriterakan kepadaku oleh Musa Pilihan Allah. Diceriterakan kepadaku oleh Musa yang Dilepaskan Allah (Najiullah ﻧﺠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ).
Diceriterakan kepadaku oleh Musa yang berkalam dengan Allah (Kalimullah)". Sehingga orang itu menjadi kaya raya banyak hartanya. Kemudian orang itu hilang, tidak diketahui oleh Musa as. kemana perginya. Maka Musa as. bertanya kesana kemari tetapi tidak mendapat berita apa-apa.

Pada suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Musa as. membawa seekor babi dan pada letter babi itu tali hitam.

Bertanya Musa as. pada laki-laki itu : "Kenalkah engkau si anu?"

Menjawab laki-laki itu : "Kenal! Dialah babi ini".

Maka berdo'a Musa as. :

"Wahai Tuhan ku! Aku bermohon kehadliratMu.
Kembalikanlah orang ini kepada keadaannya semula, supaya aku dapat menanyakan, apakah yang telah menimpa dirinya!

Maka Allah 'Azza wa Jalla mewahyukan kepada Musa as. :
"Sekiranya engkau meminta kepadaKu dengan apa yang telah dimintakan Adam atau lebih kurang lagi, tidak juga Aku perkenankan, Tetapi Aku kabarkan kepadamu, mengapa Aku berbuat begitu, adalah disebabkan orang itu mencari dunia dengan agama".

Yang lebih berat lagi dari ini, ialah yang diriwayatkan Ma'az bin Jabal ra. suatu hadits mauquf dan marfu' bahwa Nabi saw. bersabda :
"Diantara fitnah dari seorang yang berilmu ialah lebih suka ia berkata-kata dari pada mendengar. Sebab dalam perkataan itu banyak bunga Dan tambahan dan belum ada jaminan terpelihara dari kesalahan. Dalam berdiam diri timbul keselamatan dan tanda berilmu pengetahuan. Diantara orang yang berilmu (ulama), ada yang menyimpan saja ilmunya, tidak suka ada pada orang lain. Orang yang semacam ini, dalam lapisan pertama dari api neraka. Diantara orang yang berilmu, ada yang bersikap sebagai raja dengan ilmunya. Jika ada pengetahuannya yang ditolak orang atau dipandang orang lemah dan kurang benar, maka marahlah dia. Orang yang semacam ini dalam lapisan kedua dari api neraka. Diantara orang yang berilmu, ada yang menyediakan ilmunya dan pembahasan ilmiahnya yang mendalam untuk orang yang terkemuka dan yang kaya saja dan tidak mau melihat kepada orang yang memerlukan kepada ilmu pengetahuannya. Orang yang semacam ini dalam lapisan ketiga dari api neraka. Diantara orang yang berilmu, ada yang mengangkat dirinya, untuk memberi fatwa, lalu ia berfatwa salah. Allah Ta'ala memarahi orang-orang yang memberatkan dirinya dengan beban yang tidak disanggupinya. Orang yang semacam ini dalam lapisan keempat dari api neraka. Diantara orang yang berilmu, ada yang berbicara cara Yahudi dan Nasrani untuk memperlihatkan ketinggian ilmu pengetahuannya. Orang yang semacam ini dalam lapisan kelima dari api neraka. Diantara orang yang berilmu, ada yang membuat ilmunya untuk prestige (kehormatan diri), kemuliaan dan keharuman nama ditengah-tengah masyarakat. Orang yang semacam ini dalam lapisan keenam dalam api neraka. Diantara orang yang berilmu, ada yang menarik kebanggaan dan kesombongan dengan ilmunya. Bila ia memberi nasehat, menghardik. Dan bila dinasehati, berkeras kepala. Orang yang semacam ini dalam lapisan ketujuh dari api neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar