An-Nawawi rahimahullah berkata,
“Makna manisnya iman adalah merasa lezat dalam melakukan ketaatan, menahan beban dalam mengamalkan agama dan lebih mendahulukan hal tersebut dari seluruh kenikmatan dunia.” [ Fathul Baari , 1/61]

2) Cinta kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam adalah ibadah yang sangat agung, dan itu dibuktikan dengan ketaatan; senantiasa menjalankan perintah Allah ta’ala dan menjauhi larangan-Nya.

3) Cinta karena Allah adalah ikatan iman yang paling kuat, maknanya adalah mencintai seseorang hendaklah karena ketakwaannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka semakin takwa seseorang hendaklah kita semakin cinta kepadanya.

4) Kewajiban membenci kekafiran dan mencintai keimanan.

5) Kewajiban bersabar menghadapi berbagai rintangan dalam beriman kepada Allah ta’ala dan menjauhi segala bentuk kekafiran dan kesyirikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar