Ini cerita dari kisah nyata pak Lukman (maaf nama samaran) cerita ini ku tulis semoga bisa menjadi pelajaran kita, semoga saja juga bisa kita ambil hikmahnya, maaf kalau saya menulis cerita ini saya menulisnya tidak sama persis seperti yang diceritakan padaku, mungkin kurang di sana sini, semoga yang punya cerita bisa maklum.

Ceritanya pak Lukman waktu muda dia suka mabuk-mabukan, suatu hari dia mabuk berat dan dibonceng sepeda motor sama teman-temannya, ketika dibonceng itu tiba-tiba dia terjatuh dari motor tanpa temannya tau kalau dia terjatuh tergeletak di tepi jalan, dan temannya terus berlalu bersama rombongan motor yang lain, saat jatuh itu tiba-tiba pak Lukman itu merasa meninggal dan ruhnya keluar dari tubuhnya, lalu dibawa oleh seseorang yang dia tak tau ke alam lain, menurut pak Lukman sih itu malaikat yang membawanya, karena bercahaya, dan dia dibawa ke akherat di mana banyak orang yang disiksa, ditunjukkan keadaan di sana, ya macam-macam yang dilihat (ini juga untuk pelajaran bagi orang yang merasa pernah mengalami mati suri) pak Lukman dibawa melihat siksaan orang di sana, dan akhirnya di sana ada penjaga yang memerintahkannya supaya kembali kedunia, karena dibilangnya dia belum waktunya mati.

Akhirnya pak Lukman kembali ke dunia sementara di dunia itu pak Lukman yang ditinggal temannya, temannya yang memboncengkannya akhirnya sadar kalau pak Lukman itu terjatuh dan berusaha mencari setelah dicari ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa akhirnya pak Lukman dibawa pulang, dan orang juga sudah berdatangan menjenguknya dan menganggapnya sudah meninggal, tapi sebentar kemudian pak Lukman sadar lagi, padahal sebelumnya nafasnya sudah tak ada.

Setelah kejadian itu, ada yang selalu mengajak keluar pak Lukman keluar dari tubuhnya seperti raga sukma begitu, dia keluar dari tubuhnya, pernah diajak pergi ke tengah laut dan ditunjukkan kerajaan di laut yang sangat besar dan luas, pernah juga diajak ke masjidil haram dan masjidil aqso, dan sholat di sana, bahkan menurut pak Lukman dia pernah sholat bersama Rosululloh saw, dan para sahabat. Dan ketika itu pak Lukman juga bisa melihat hal hal ghaib, bisa memprediksi misalkan siapa yang akan menjadi presiden, waktu itu presiden Soeharto mau lengser dia juga tau karena ada yang memberi tahu, siapa penggantinya dan misal Gur Dur itu jadi presiden berapa lama dia tau semua. Karena diberi tahu oleh ghaib yang menurut pak Lukman itu malaikat.

Sampai dia dikenal oleh para paranormal yang bermaksud menjadikan salah satu presiden misalkan, pak Lukman menjadi komunitas mereka, ya melakukan sesaji, ritual di laut selatan dll, sampai masa Joko Wi, pak Lukman masih aktif bersama komunitas paranormal itu yang selalu melakukan ritual, mereka adalah kelompok yang masing-masing memiliki kelebihan dan juga menurut pak Lukman mereka-mereka adalah masih keturunan raja-raja di nusantara ini.

Satu kali pak Lukman sakit, dan sakitnya itu kena santet, sampai-sampai dari kepalanya keluar banyak paku, dan juga lututnya keluar banyak paku, sudah kemana saja pak Luman mengobati penyakitnya itu tapi tak kunjung sembuh, para paranormal kenalannya itu diajak membantu mengobati juga tak ada kesembuhan, sampai tiap hari istrinya pak Lukman mencabuti paku dari kepalanya pak Lukman, dengan membacakan surat yasin agar paku bisa dicabut, sampai satu ketika pak Lukman kenal denganku lewat internet dan berusaha mencari keberadaanku di mana, dan sampai akhirnya bisa ketemu denganku, ketika sudah bertemu denganku maka para paranormal yang dikenal dan biasanya selalu berhubungan dan main ke rumah pak Lukman anehnya mereka langsung menghilang semua, semua HP mereka kalau dihubungi semua tak ada yang mau menjawab, juga mereka menghindar semua dengan pak Lukman.
Akhirnya aku panggil siapa yang menuntun pak Lukman yang dikira malaikat yang mengajak sholat berjamaah dengan Rosululloh saw.

"Kamu siapa?" tanyaku pada mahluk yang masuk ke mediator, dia mahluk yang selama ini mengajak pak Lukman.

Dia mundur-mundur ketakutan.

"Ndak usah takut, aku tak akan mengapa-apakanmu, aku hanya ingin tau kamu itu siapa?"

"Ampuun-ampuun kyai... saya jangan dibunuh, saya hanya iseng."

"Iseng bagaimana, kamu itu malaikat apa jin?"

"Saya jin... maaf kyai saya iseng saja menggoda dia." katanya menunjuk pada pak Lukman.

"Iseng bagaimana? dia kan menganggapnya serius,"

"Ya itu bodohnya dia saja kenapa mau saya tipu"

"Hmm begitu.."

"Ampun kyai saya jangan dibunuh."

"Saya tdak akan membunuh, saya hanya mau tau, itu bagaimana kok bisa membuat bentuk-bentuk Rosululloh saw dan para sahabatnya, juga bisa ke masjidil haram?'

"Itu pakai sihir saja kyai, hanya tipuan saja... maaf kyai.."

"Kamu sudah islam?"

"Sudah?"

"Lakok nipu?"

"Ya iseng saja kyai, kalau saya menipunya kan saya bisa mengambil ruh dan sukmanya untuk menambah kekuatan."

"La kamu sudah islam kok berbuat seperti itu?"

"Maaf kyai."

"Berapa kali kamu sholat?"

"Satu kali."

"Islam lagi ya?"

"Ya.."

Maka ku islamkan jin itu, nah bagi para pembaca yang mempunyai pengalaman agak mirip, sebaiknya berhati-hati, itu saja maksud tulisan ini saya tulis adalah untuk kita saling mengingatkan dalam kebaikan, semoga kita tidak terperdaya oleh tipuan setan. Dan mati dalam iman dan islam, selamat dunia dan akherat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar