Dalam orang menjalankan laku thoreqoh itu tujuannya adalah Allah, ridho Allah, tapi namanya juga orang yang sebelumnya menjalankan laku thoreqoh itu sudah terbiasa sebelumnya jika melakukan sesuatu selalu mempunyai target pencapaian, dan ketika diajak meluruskan niat mengharap ridho Allah, maka kembali-kembali tarikan target pencapaian yang ingin diharapkan tercapai selalu kembali mengemuka dan melapisi hati, padahal dari target/keinginan selain Allah itu seseorang mudah sekali disusupi dan ditipu daya oleh jin, siluman, atau ruh yang sesat (ruh yang dari orang yang mengamalkan ilmu sesat sehingga ruhnya tidak diterima di alam barzah dan tidak diterima di bumi)

Ini saya tulis supaya dipahami, biasanya orang yang sudah jelas-jelas lillahi ta'ala mengamalkan laku thoreqoh tanpa menginginkan niat yang selain Allah saja akan selalu digoda oleh iblis dan antek-anteknya apalagi yang sudah niatnya melenceng.

Jadi orang itu menjalankan laku thoreqoh selama 5 tahun di awal, akan selalu digoda oleh jin atau setan, atau siluman (siluman itu orang yang melakukan amaliyah yang menyebabkan mereka masuk ke alam gaib, atau orang yang masuk alam gaib karena sebab lain, dan mereka hidup di alam gaib, namanya siluman) dan biasanya mereka itu karena berpindah dari alam jasmani ke alam gaib, maka mereka menjadi bentuk gaib, entah itu macan, ular, buaya putih dll.

Jadi orang yang mengamalkan laku thoreqoh atau dzikir itu di 5 tahun istiqomah akan didatangi oleh jin, siluman, setan, yang akan mengganggu, biasanya mengganggunya dengan cara kasar, menakut-nakuti, lalu mengganggu dengan cara halus, seperti datang ke mimpi, dengan menyerupai seseorang, maksudnya menyerupai seseorang itu agar yang diganggu itu akan mudah ditipu, sehingga mau tunduk, biasanya akan mengaku wali atau yang lain, bahkan nabi, biasanya kalau sudah mengaku misal wali tingkatan tinggi, itu biasanya jin yang di dalam tubuh yang ditemui itu sudah sangat banyak, sebab untuk mengaku wali yang tingkatannya tinggi itu membutuhkan jin banyak untuk mendukung pengakuan itu, biasanya sudah di atas 6 ribu, jika sudah mengaku nabi itu biasanya sudah di atas 1 juta jin yang di dalam tubuh orang yang dimasuki mimpinya, atau ditemui lewat mediumisasi, sekalipun itu dengan mediumisasi, bisa saja mengaku sebagai ayah atau ibu siapa, yang sudah meninggal, sebenarnya kalau kita respek, tidak akan mudah tertipu, tapi seringnya orang itu salah kontrol,

Misal ini kalau ada yang di medium mengaku misal ruh, ada yang bercerita padaku ditemui ruh neneknya, dan kakeknya, minta didoakan, lalu datang padaku apa benar itu kakeknya atau neneknya yang menemui, mereka bilang minta dikirimi fatekhah dan didoakan. (bagus kan minta didoakan?) ingat ini bukan masalah bagus atau tidak bagus, tapi kita tertipu apa tidak tertipu, itu yang penting)

Maka ku panggil yang mendatangi si orang itu, masuk ke mediator.

"Siapa kamu?" tanyaku.

"Saya jin kyai..." jawabnya.

"Kamu yang mendatangi si A ini dalam mimpi dan mengaku sebagai neneknya dan kakeknya?"

"Ya kyai."

"Kenapa?"

"Ya iseng saja kyai, cuma main-main."

"La menurutmu main-main, tapi dia kan menganggapnya serius."

"Maaf kyai, kami hanya main-main saja."

"Tak boleh main-main seperti itu."

"Maaf kyai... "

Nah itu contoh saja, saya sendiri juga sering jin masuk ke mediator dan mengaku misal syaikh Nawawi, tapi saya punya prostek, misal jin saya suruh melihat saya pasti tidak berani dan silau dan kepanasan, masak syaikh Nawawi kepanasan melihat saya kan tidak mungkin, jadi hati-hati, kalau didatangi jin mengaku ini itu, mengaku ayah kita, nenek kakek kita yang sudah meninggal, soale kalau kita tertipu itu akan terjadi kemunduran akidah, kita akan dikuasai mereka.

Jangan lantas percaya saja misal ada yang mengaku ruh ini ruh itu, di alam ruh itu orang tidak bisa sembarangan pergi sana sini melancong, kayak di dunia, kecuali ruh auliya, ruh orang itu bisa pergi harus ada ijin dari malaikat Isrofil, dan ijin dari Allah, jadi tidak bisa sembarangan saja bisa pergi kayak di dunia, di akherat itu yang jadi raja mutlak kan hanya Allah, jadi kalau tanpa ijin Allah tidak bisa di sana lantas bisa seenaknya pergi kesana kesini.

Setelah masa istiqomah dzikir 5 tahun berlalu, kemudian orang baru masuk ke tingkatan alam malakut, misal akan didatangi para wali, nah itu khodam mereka, bukan ruh mereka, khodam malaikat yang menyerupai mereka karena diperintah mereka, sekalipun ditemui Rosululloh saw, di masa itu ya tetap malaikat khodam Rosululloh saw.

Dulu saya ditingkatan itu ditemui guru-guru thoreqoh, entah syaikh Abdul Qodir Jailani entah syaikh Baha'udin Annaqsyabandi, dan masuk ke mediator, pasti saya tanya, ini ruh asli dari syaikh... ruh biasa? apa khodam? maka akan menjawab : saya khodamnya saya malaikat bernama ini.... saya diperintah syaikh untuk menemui kyai, dan diperintah menyampaikan pesan... bla..bla..bla....

Nah setelah lewat masa 10 tahun istiqomah, baru meningkat ke tingkatan ruh, ruh itu ada 9 tingkatan, dan kalau kita tingkatannya wali qutub akan ditemui wali kutub sampai diajari ilmu oleh mereka, kalau tidak tingkatannya ya tidak, saya pernah bertanya pada Sunan Kudus : pernah tidak beliau menemui seseorang dalam bentuk ruh?

Beliau menjawab : dari saya meninggal sampai saat ini saya belum pernah menemui orang selain kyai.

Saya juga pernah bertanya pada Bung Karno, beliau juga menjawab dengan jawaban yang sama,

Saya bertanya pada syaikh Nawawi, beliau menjawab hanya menemui saya dan menemui guru saya, kalau guru saya tidak lewat medium tapi bisikan, dan bicara menggunakan batin.

Jadi kalau belum sampai dzikir ke masa yang 10 tahun ke atas maka jelas yang menemui itu siapa?

Makanya untuk mempermudah itu benar apa tidak, yang masuk mengaku itu suruh melihat foto saya, kalau jin, dia akan silau dan tak mau melihat, kalau jin muslim sekalipun akan tak mau melihat foto dengan waktu yang lama, kalau ruh asli orang yang mengaku maka tidak apa-apa, melihat foto saya dalam jangka lama juga tidak apa-apa. Kecuali ruh orang yang fasik, maka tidak akan kuat melihat foto saya.

Lalu timbul pertanyaan, kalau dia bukan ruh yang mengaku kenapa kok banyak tau? La jin mengaku ini itu, itu kan sudah mempersiapkan diri, datanya lengkap, la mereka kan nggak bodoh bodoh amat, masak ngaku Roma Irama, gak pakai gitar kan gak seru, sama lah di alam nyata, misal kita mau ditipu oleh suatu asuransi, atau ajakan kerjasama, di dalamnya jelas disediakan kelengkapan data, agar penipuannya berhasil. Jadi mereka mempunyai data akurat sebelum mengaku sebagai A atau B.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar