Barang siapa menjalankan diam dalam semua keadaan, maka ia tidak akan sempat lagi berbicara kecuali dengan Tuhannya. Sebab, diam total sama sekali bagi manusia dalam dirinya sendiri, adalah mustahil.
Bila beralih dari berbicara dengan non-Allah ke berbicara dangan Allah, maka dia akan menjadi orang yang selamat, dekat kepada Allah, dan kuat ucapannya. Bila berbicara, ia akan barbicara dengan benar. Pembicaraannya bersumber dari Allah. Allah Swt berfirman mengenai hal Nabi-Nya Saw.:
“Dia tidak bicara dari hawa nafsu.” (QS Al-Najm;3).
Pembicaraan yang benar merupakan hasil diam dari kesalahan. Apa pun alasannya, berbicara dengan selain-Allah adalah kesalahan; sementara berbicara tentang selain—Allah, dipandang dari sudut mana pun, adalah kejelekan.
Allah Swt berfirman:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) untuk memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mendamaikan sesama manusia.” (QS Al-Nisa: 114).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar