Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, harta benda adalah milikKu dan engkau adalah hambaku. dan tidak ada harta bagi kamu kecuali apa yang engkau makan dan tidak tersisa Atau apa yang engkau pakai lalu engkau menjadikannya lusuh. Atau apa yang engkau sedekahkan maka engkau menjadikannya abadi (mendapatkan pahala dari Allah SWT). Apabila engkau simpan harta itu maka bagianmu adalah mendapat murka dari Tuhanmu. Wahai anak Adam sesungguhnya engkau terdiri dari tiga bagian. Yang sebagian untukKu, yang sebagian untukmu dan yang sebagian antara Aku dan engkau. Adapun yang milikKu adalah ruh-mu, adapun yang sebagian milikmu adalah amalmu, adapun yang sebagian antara Aku dan engkau adalah do’a yang engkau panjatkan dan Aku yang mengabulkan. Wahai anak Adam, apabila terjadi Umaro’ / pemimpin pemerintahan masuk neraka disebabkan karena sering memaksa dan sombong terhadap makhlukKu, dan orang awam karena sebab ma’siyat, dan ulama’ masuk neraka sebab Hasud / dengki, dan orang fakir dengan lupa (kepadaKu) , dan pedagang dengan berkhiyanah, dan ahli ibadah dengan riya’, dan orang kaya dengan sombong dan menahan zakat, dan fuqoro’ dengan bohong, maka siapa lagi yang akan mencari surga ?

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, keluarkan kecintaan dunia dari hatimu maka sesungguhnya Aku tidak mengumpulkan kecintaan kepadaKu dengan kecintaan terhadap dunia ke dalam hati yang satu selamanya. Wahai anak Adam, luangkan waktu untuk mengingatKu (berdzikir kepadaKu) maka aku akan menyebut namamu (mengingatmu diantara para MalaikatKu. Wahai anak Adam sampai kapan engkau mengucapkan kalimat Allah Allah dan di dalam hatimu penuh kesibukan dan ciat-citamu kepada selain Allah, dan sungguh engkau telah takut kepada sesuatu selain Allah. Maka mintalah ampun kepada Allah janganlah terjerumus terus menerus (ke dalam dosa). Karena sesungguhnya istighfar disertai terus menerus berbuat dosa adalah taubatnya para pembohong. Dan sesungguhnya Tuhanmu sekali-kali tidak menganiaya terhadap hambanya.

Allah Azza Wajalla berfirman, “ajalmu menertawakanmu atas panjangnya angan-anganmu. dan Qadha / takdirku menertawakanmu akan ketakutanmu. dan takdirKu menertawakanmu atas usaha kerasmu. Dan pembagianKu menertawakanmu akan keserakahanmu . Maka sedangkanlah apa yang kau cari dan berserahlah terhadap QadhaKu, dan takdirKu, dan pembagianKu, karena sesungguhnya rizkumu telah ditimbang dan ditakar. Maka bersegeralah melakukan amal untuk akhiratmu, dan ketahuilah sesungguhnya rizkimu di dunia tidak akan dimakan oleh selainmu. Sesungguhnya Kami telah membagi diantara mereka tentang penghidupan mereka di dunia. dan kami angkat sebagian dari mereka atas yang lain beberapa derajat. Wahai anak Adam sesungguhnya maut pasti akan datang kepadamu meskipun engkau membencinya. maka bersabarlah terhadap hukum Tuhanmu karena sesungguhnya engkau akan dibangkitkan. Dan bertasbihlah (sucikanlah nama Tuhanmu) dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun pagi. Dan dari sebagian malam pujilah Tuhanmu, Wahai anak Adam, engkau menghendaki dan Aku menghendaki. dan tidak ada sesuatu yang wujud kecuali apa yang aku kehendaki. Wahai sekalian manusia, barang siapa yang menginginkanKu sesunggguhnya ia mengetahui siapa Aku. Dan barang siapa yang mengetahui Aku maka pasti ia menginginkanKu. Dan barang siapa yang menginginkanKu maka pasti ia akan mencariKu. Dan barang siapa yang mencariKu pasti akan menemukanKu. Dan barang siapa yang menemukanKu pasti ia akan mengingatKu dan tidak melupakanKu. Dan barang siapa yang mengingatKu dan tidak melupakanKu, maka Aku akan mengingatnya dan tidak melupakannya. Wahai anak Adam sesungguhnya engkau tidak dapat mengikhlaskan amalmu sebelum engkau merasakan empat perkara. Mautu ahmar-mati merah, maautu abyadh-maati putih, mautu ashfar-mati kuning, mautu aswad-mati hitam). Adapun mati merah adalah beban hidupmu yang berat yang harus engkau jalani. Dan mati putih adalah lamanya engkau mambisu atau diam. Adapun mati kuning adalah lamanya engkau mengambil i’tibar atau pelajaran . Adapun mati hitam adalah usahamu melawan hawa nafsu . Sesungguhnya orang-orang yang tersesat dari jalan Allah maka bagi mereka adzab yang pedih sebab mereka lupa akan hari perhitungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar