Ketika mereka telah datang pada neraka, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyala apinya. Mereka mendengar suara nyala api itu dari jarak perjalanan lima ratus tahun. Setiap orang sehingga Nabi-Nabi akan berkata : "Diriku,diriku (selamatkanlah diriku Ya Tuhan)" kecuali Nabi pilihan Muhammad saw beliau akan berkata : "Umatku, umatku". Keluarlah api dari neraka Jahim seperti gunung-gunung, umat-umat Muhammad berusaha untuk menghalanginya dan berkata : "Hai api, Demi hak orang-orang yang shalat, Demi hak orang-orang yang ahli bersedekah, Demi hak orang-orang yang khusyu’ dan Demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali. Tetapi api tetap tidak mau kembali. Malaikat Jibril mengumumkan: "Sesungguhnya api telah menuju umat Muhammad saw." Kemudian dia membawa semangkuk air dan Rasulullah saw meraihnya, serta Jibril berkata : "Hai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah padanya". Beliau menyiramkannya pada api itu dan padamlah seketika. Nabi Muhammad saw bertanya : "Air apa ini?" Jawab Jibril as: "Ini adalah air mata-air mata orang durhaka dari umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah swt. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya padamu agar engkau menyiramkan pada api itu, maka padamlah ia dengan izin Allah swt."

Nabi Muhammad saw telah bersabda:
"Ya Allah anugerahilah kami dua buah mata yang menangis kerana takut kepada Allah, sebelum tidak ditemukannya air mata"

Datang dalam sebuah hadits dari Nabi Muhammad saw : "'Tiada seorang hamba mukmin yang keluar dari kedua matanya air mata sebesar kepala lalat kerana takut kepada Allah swt, dan mengenai permukaan wajahnya lalu menyentuhnya api neraka untuk selama-lamanya"

(Diceritakan) dari Muhammad bin Al-Mundzir rhmi, bahawa kalau dia menangis dia akan mengusapkan air mata itu pada wajah dan janggutnya dan berkata: ”Telah sampai kepadaku riwayat bahawa sesungguhnya api neraka tidak akan makan tempat yang disentuh air mata”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar