Ingat Allah swt itu memilih orang orang yang bertaqwa untuk menjadi kekasihNya, bukan orang orang yang pintar, dari dulu jaman Rosululloh saw dan jaman nabi sebelum Rosululloh saw, para orang kitab, atau orang yang pintar tidak terima dengan keadaan itu sehingga mereka lebih menentang dari orang kebanyakan, karena merasa keilmuan yang dimiliki, kenapa tak dipilih oleh Allah, menjadi manusia pilihan, padahal Allah hanya memilih orang yang dikehendakinya yang paling taqwa, dan amanah, dan menjaga apa yang dimakan, dan hanya manusia yang bertaqwa yang dikehendaki dan kehendak Allah itu otoritas Allah. Sampai kapanpun kejadian akan terulang, al-qur'an itu pedoman sepanjang zaman, orang orang pintar akan selalu tak rela jika mereka tak dipilih oleh Allah, dan tak rela jika orang lain yang menjadi pilihan Allah, sebenarnya kepintarannya itu menjadi hijab kepahaman dan menjadi dinding sehingga dia tidak tau siapa Allah sebenarnya.

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa Kitab-Kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al Jumu’ah : 5)

Allah SWT menyampaikan celaan bagi kaum Yahudi yang telah diberi Taurat untuk diamalkan, namun mereka tidak menunaikannya. Perumpamaan mereka dalam hal itu tak ubahnya seperti keledai yang membawa kitab-kitab, keledai tidak mengetahui apa yang terdapat padanya sekalipun dia memikulnya. Demikian pula (kaum Yahudi) dalam membawa kitab suci yang dikaruniakan kepada mereka, mereka hanya menghafal teks-teksnya saja, tanpa memahami dan tidak pula mengamalkan substansinya. Justru mereka menyelewengkannya, menyimpangkan serta merubahnya. Dengan itu mereka menjadi lebih buruk daripada keledai. Karena keledai tidaklah berakal,

Hidayah akan sulit datang kepada mereka karena sifat kezhaliman sangat melekat pada diri mereka. Karena itu, di akhir ayat, Allah SWT berfirman: “Dan Allah tiada memberikan hidayah bagi kaum yang zhalim”. (QS. Al Maidah: 51)

Ingat, sekalipun Allah itu membahas pembahasan pada orang yahudi, atau orang di luar islam, ingat ! al-qur'an itu diturunkan kepada orang islam, jadi maksud Allah adalah orang islam itu akan menyerupai kaum yahudi nasrani, jadi perumpaan yang ditujukan oleh Alah itu maksudnya ujung cambuknya adalah kita orang islam, orang islam itu mbok yao jangan seperti keledai, keledai yang membawa bergerobak-gerobak kitab, tapi dia tidak mengamalkan kitabnya, kitabnya hanya untuk gaya-gayaan titel ijazahnya hanya kebanggaan, sementara tingkah lakunya bak keledai yang tak tau apa yang dibawa, kitabnya hanya dibawa saja, tapi sama sekali tak diamalkan satupun, keledai itu bodoh, kesana kemari, dalam keadaan telanjang tak berbaju, tak punya malu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar