Wahai Hamba-Ku: Barang siapa berusaha untuk mencintai-ku, maka tiada pengetahuan yang lebih utama baginya melainkan mengenal pengetahuan tentang Aku. Dan diantara hamba-Ku yang Ku-cintai, maka tiada keraguan baginya untuk mengenal Aku, karena kecintaan-Ku jua sumber dari segala pengetahuan untuk menuju-Ku. Katakanlah pada mereka,“Sesungguhnya kecintaan yang datang dari padamu akan membutuhkan pengetahuan tentang apa yang engkau cintai, akan tetapi kecintaan yang datang daripada Tuhan kepadamu tidaklah membutuhkan pengetahuan apapun bagi dirimu, sungguh melalui Kecintaan Tuhanmu saja akan mendatangkan pengetahuan yang sebenarnya bagimu.“

Wahai Hamba-Ku: Tiada hubungan yang indah melainkan hubungan yang didahului dengan kecintaan, dan tiada pertemuan yang lebih baik kecuali ianya didahului dengan kerinduan, maka tiada satupun kecintaan dan kerinduan hamba-Ku yang lebih ku-inginkan, kecuali tak lain ianya masih bersujud kepada-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Bagi diantaramu yang “menyatakan“ cinta pada-Ku, maka ianya telah terhijab daripada “kalimat“ pernyataan, dan barang siapa yang menyatakan cinta dengan kediamannya di dalam rasa (Dzawq) maka ia telah menyelamatkan cintanya daripada (hijab) dirinya sendiri.

Wahai Hamba-Ku: Dan sesungguhnya keagungan-Ku, dan kecintaan-Ku dapat ditemukan pada hati hamba-Ku yang selalu bersembunyi malu berhadapan dengan-Ku, sedangkan ia menjauhkan ibadahnya dari segala makhluk, kecuali kepada-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Engkau adalah suatu bukti kecintaan-Ku kepada diri-Ku sendiri, maka bilamana engkau temukan hatimu dalam menyimpan kerinduan hanya kepada-Ku, niscaya langit dan bumi beserta dengan apa yang terdapat diantaranya, tak akan bisa menyentuhmu, kecuali Aku yang mendatangimu dengan semua perbendaharaan-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Tiadalah sesuatu apapun yang Ku-letakkan di hati hamba yang mencintai-Ku kecuali rasa rindu yang berkepanjangan, dan tiada satu kalimatpun yang Ku-ajarkan di lidahnya kecuali nama-nama-Ku, sedangkan pandangannya tak berpaling lagi daripada tanda-tanda-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Aku adalah Zat Yang Maha Mencintai, dan tiada sesuatu juapun yang menyentuh-Ku, kecuali atas semua yang menghampiri-Ku dengan dengan segala rindu dan kecintaannya pada-Ku, maka karena itu hampiri dirimu dengan kecintaan hanya pada-Ku, niscaya dengannya engkau dapat mendatangi-Ku dalam keadaan apapun dirimu.

Wahai Hamba-Ku: Engkaulah tempat-Ku menyingkap Rindu-Ku, dan engkau jua tempat nyatanya Cinta-Ku terhadap diri-Ku, maka jadikanlah semua sesuatu yang tertumpu pada pandanganmu tempat engkau mengungkapkan rindu dan cinta hanya kepada-Ku, niscaya segala hijab tersingkap bagimu untuk memandang Zat-Ku.

Wahai hamba-Ku: Kendaraan hamba-Ku yang bertakwa adalah pengabdiannya kepada-Ku, sedangkan kendaraan hamba yang mencintai-Ku adalah rindunya akan memandang Aku dalam penglihatan, mendengar Aku di dalam pendengarannya, mengenal Aku di dalam pikirannya, dan ianya selalu rindu akan kehadiran Zat-Ku di dalam hati dengan rasanya.

Wahai Hamba-Ku: Lepaslah engkau dari segala kecintaan selain kepada-Ku, karena tiada sesuatu apapun yang akan mengikatmu, kecuali jika sesuatu itu engkau hampiri dengan kecintaan kepadanya. Maka demi apa-apa yang terlintas di hati hamba-Ku, janganlah sekali-kali engkau datangi sesuatu selain-Ku sebelum engkau mendatangi-Ku dengan rasa kecintaanmu pada-Ku. Dan ketahuilah, sesungguhnya kecintaan yang tertuju hanya pada-Ku dapat menyelamatkanmu dari segala sesuatu yang mengikatmu, hingga ianya sendiri dapat memperbudak dirimu.

Wahai Hamba-Ku: Kecintaan kepada-Ku adalah awal dari perbudakan hamba kepada-Ku. Sedangkan kerinduannya kepada-Ku bernyata sebagai zikirnya terhadap-Ku, maka tidalah budak yang lebih beruntung kecuali budak yang mencintai dan dicintai oleh majikannya. Begitupun jua, tiada yang lebih tinggi daripada zikir yang dikarenakan rindunya hanya kepada-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Aku mencintaimu tiada sebanding dirimu mencintai dirinya sendiri, dan Aku mendekatimu lebih daripada engkau mendekati dirimu. Wahai Hamba, sesungguhnya tiada sesuatu apapun didunia ini yang dapat mencintai lebih daripada Aku mencintai diri-Ku sendiri yang ada padamu, dan tiada satupun ukuran yang dapat menceritakannya.

Wahai Hamba-Ku: Pertemuan antara Aku dengan“Aku“ yang merahasia dirimu, merupakan awal engkau melebur dalam lautan pengenalan, dan apabila engkau telah menyaksikan kecintaan dan kerinduan antara Aku dan“Aku“ didirimu, maka kesaksian mata hatimu menjadi bukti akan kecintaan-Ku yang meliputi dirimu sendiri. Niscaya tiada tempat yang layak untuk engkau huni kecuali berada di tumpuan pandangan-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Andaikan Ku-satukan langit dan bumi beserta apa yang ada diantaranya, kemudian ia disandingkan dengan segumpal hati hamba-Ku yang telah diletakkan padanya secuil kecintaan pada-Ku, niscaya demi apa-apa yang Ku-hidupkan dan Ku-matikan, pandangan-Ku tiada tertumpu melainkan kepada hatinya, karena Akulah Zat Yang Maha Memandang terhadap pandangan yang mencintai-Ku beserta di balik apa yang dipandang.

Wahai Hamba-Ku: Engkau adalah salah satu pintu-Ku di dalam Aku merindui diri-Ku sendiri, hingga bila engkau temukan kecintaan pada-Ku, maka ianya tiada bermula dan berakhir melainkan daripada Zat-Ku Yang Maha Mencintai. Dan sampaikanlah,”Tidakkah engkau mengetahui akan kecintaan-Nya padamu? hingga apabila engkau termasuk kaum yang “mencari“ tentunya engkau akan menemukan dirimu dalam keadaan berserah diri hanya cukup kepada Zat-Nya .“Karena sesungguhnya kecintaan pada-Ku tiada kan pernah berawal kecuali bila telah tenggelamnya dirimu kepada keindahan Zat-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Bagi Hamba-Ku yang benar-benar mencintai-Ku dan memiliki kerinduan hanya pada-Ku, niscaya baginya dapat ditemukan dalam keadaan berserah diri dengan segala rasa kehambaan, Walaupun ianya telah engkau Ku-hilangkan“hak“ untuk mendapat kesenangan yang datang dari segala bentuk makhluk-Ku. Dan bukankah engkau telah ketahui, tiada kesenangan bagi pencinta-Ku melainkan yang datang kepadanya itu hanya semata daripada wajah-Ku.

Wahai Hamba-Ku: Tiada kecintaan yang sesungguhnya melainkan bila para pecinta telah lebur dan lenyap daripada ungkapannya sendiri, dan tiada kata maupun kalimat yang dapat terikat oleh akalnya lagi, dan ia merasa tak layak untuk memberikan bukti cintanya melalui segala sesuatu kepada-Ku, kecuali penyerahan diri dengan, “mematikan diri“, di dalam dirinya sendiri.

Wahai Hamba-Ku: Barangsiapa di antaramu yang mencintai-Ku karena takut akan azab-Ku, maka Ku-berikan apa yang dibutuhkan. Bagi siapa yang mencintai-Ku karena segala keindahan-Ku, maka Aku akan limpahkan surga-Ku. Namun bila siapa yang mencintai-Ku lantaran rindu terhadap diri-Ku niscaya baginya Ku-ceritakan tentang diri-Ku dengan segala sesuatu yang Ku-rahasiakan.

Wahai Hamba-Ku: Hatimu sebagai tempat pertama Ku-tumpukan kecintaan, kemudian daripada akalmu tiadalah keseluruhan daripada isi cinta di hatimu. Dan sesungguhnya kata-kata“cinta“bagimu tiada akan pernah dapat mengurai cinta yang Ku-maksud.

Wahai Hamba-Ku: Cukuplah Aku Sang Pecinta yang mengenal akan kandungan cinta-Ku padamu. Dan hanya hatimu yang dapat menjadi wadah bagi cinta-Ku.Walaupun ianya sendiri tak mampu untuk melukiskannya akan ia sanggup merasakan keindahan yang Ku-maksud dalam cinta-Ku padamu. Hingga katakanlah, “Nilai kecintaan bagi Tuhanmu bukanlah dari ungkapan yang didengar, namun daripada pemahamanmu dalam merasakan maksud dan tujuan cinta itu sendiri terhadap dirimu.“

Wahai Hamba-Ku: Dan bukankah telah engkau ketahui tiada yang sebaik-baik hamba yang menaati-Ku karena kecintaannya pada-Ku, dan tiada jua sebagai sujud hamba yang dimulai daripada hati yang rindu kepada-Ku. Dan maka Aku bersaksi dari apa-apa yang Ku-genggam tidaklah Ku-adakan kecintaan pada hamba-hamba-Ku melainkan daripadanya melahirkan keridhoan mereka terhadap ketentuan-ketentuan-Ku pada tiap-tiap tarikan nafas di diri mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar