Harapan dan angan-angan adalah dua perkara yang serupa tetapi datang melalui saluran yang berlainan, lalu meninggalkan kesan yang berbeda. Segala perkara yang datangnya dari Kudrat dan Iradat Allah s.w.t akan diasingkan apabila sampai ke perbatasan langit dunia. Sebagian diserahkan kepada dunia dan sebagian lagi dipelihara daripada gangguan dunia. Apa saja yang diserahkan melalui dunia akan melahirkan kekeliruan dan keraguan serta menutup kebenaran. Apa yang tidak diusik oleh dunia akan tetap berada dalam kesucian yang murni dan tidak putus dari tali kebenaran. Siapa yang menerima hidangan dari dunia akan menerima kesannya yaitu gambar-gambar sangkaan dan khayalan. Salah satu kesan yang didatangkan oleh dunia adalah angan-angan. Angan-angan adalah sejenis alam khayalan yang berada di bawah bumbung langit dunia. Di dalam alam ini seseorang itu boleh mendapatkan apa saja dengan cara berkhayal, dan yang diperolehi dari khayalan itu menimbulkan sejenis kelezatan atau kepuasan kepada nafsu orang yang berkenaan. Misalnya, seorang pemuda yang tergila gila pada seorang gadis, boleh mendapatkan gadis itu di dalam alam khayal dan berbuat apa saja yang mendatangkan kelezatan dan kepuasan. Alam khayalan ini juga yang menjadikan ketagihan peminum arak. Sehingga suka minum arak, untuk terjadinya fly, dan mendapatkan hayalan, atau hidup dalam dunia mabuk hayalan, Banyaklah yang boleh dilakukan di dalam alam khayalan, tetapi apabila kesadaran datang semula seseorang itu akan berpisah daripada semua yang dimilikinya di dalam alam khayalan tadi. orang boleh saja menghayalkan mempunyai rumah megah, mewah, mobil berjejer 100 ribu mobil bahkan boleh menghayal punya pesawat sendiri, tapi ketika dia bangun dari alam hayalnya maka semua itu yang dihayalkan tak ada wujudnya sama sekali.

Seorang pemuda, karena cintanya kepada seorang gadis, dia boleh saja menghayalkan telah menikah dengan gadis itu dan punya anak 100, sehari beranak 2 kali, dan punya apa saja, bahkan dirinya jadi raja, dan gadisnya jadi ratu punya istana yang megah, dan mewah, tapi ketika di alam nyata semua tak ada wujudnya, atau seorang pemuda boleh saja mengajak seorang perempuan yang bukan istrinya, dia ajak berhubungan badan, tapi itu tidak boleh dilakukan di alam nyata, apa yang boleh dilakukan di alam hayal, maka tak boleh dilakukan di alam nyata, Kelezatan di sana boleh dinikmati di sana saja, tidak boleh dibawa pada alam nyata ini.

Pada saluran yang tidak diganggu oleh dunia, perkara yang berbeda terjadi. Apabila seseorang memperolehi karunia dari Allah s.w.t yang tidak dikotori oleh dunia, akan lahirlah satu tenaga di dalam dirinya yang dinamakan harapan. Jika angan-angan menggeret seseorang kepada alam khayalan, harapan pula mengemaskan kedudukannya berpijak di atas bumi kenyataan. Tenaga harapan adalah tenaga yang datangnya dari Allah s.w.t. Pengaruniaan tenaga harapan adalah tanda bahwa si hamba itu diasingkan daripada kekufuran karena tidak berputus asa melainkan orang kafir. Tenaga harapan menjadi benteng memisahkan iman daripada kufur. Orang yang memperolehinya sebenarnya mendapat taufik dan hidayat dari Allah s.w.t. Apabila Allah s.w.t mengurniakan kepada hamba-Nya harapan itu tandanya yang Dia berkenan membawa si hamba itu kepada apa yang diharapkan. Tenaga harapan akan menggerakkannya menuju kepada apa yang disediakan untuknya. Pergerakan atau amal tidak terpisah daripada tenaga harapan. Jauh sekali perbedaan antara orang yang berharap dengan orang yang berangan-angan. 

Rasulullah s.a.w bersabda:
Orang bodoh adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berangan-angan mendapatkan syurga dari Allah s.w.t. (Maksud Hadis)

Allah s.w.t berfirman:
Dan sangkaan kamu yang demikian, yang kamu sangka terhadap Tuhan kamu, itulah yang telah membinasakan kamu; (dengan sangkaan kamu yang salah itu) maka menjadilah kamu dari orang-orang yang rugi!” (Ayat 23 : Surah Fussilat)

Orang yang diseret oleh angan-angan akan jatuh ke dalam jurang kebinasaan, rugi di dunia dan lebih rugi lagi di akhirat. Orang yang diseret oleh harapan dengan berbagai macam amal itulah yang akan menang, baik di dunia dan lebih baik lagi di akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar