1. Wahai Hamba-Ku: “Jadilah engkau tempat penghitung dosamu dan jadikanlah Aku sebagai tempat penghitung pahalamu. Sesungguhnya itu nikmat bagimu pada hari perhitungan amalmu.”

2. Wahai Hamba-Ku: “Siapa yang senang menghitung dosanya berarti ia telah menyusun rumahnya di Syurga. Dan barang siapa telah sering menghitung pahalanya maka ia telah menyulut api untuk di Neraka. Sesungguhnya perbuatan seperti itu adalah perbuatan memperbesar api kesombongan.”

3. Wahai Hambaku: Katakanlah kepadanya! Sesungguhnya aku, memerintahkan akan dia untuk sepenuhnya datang pada-Ku, tanpa menoleh kekiri dan kekanan dari dirimu dan sungguh aku telah mendekatinya lebih dekat dari pada hitungannya sendiri.

4. Wahai abdi Allah, Allah itu satu, tetapi bukan dalam bilangan, “Allah” itu satu suku kata tetapi bukan di dalam huruf, Allah itu nyata tetapi bukan di mata dan di akal. Satu, nyata dan adanya Allah hanya terungkap dan dapat diciptakan oleh “rasa” tanpa lisan dan isyarat. Dialah satu tanpa terhitung dalam bilangan namun dapat meliputi berbagai bilangan yang ada.

5. Wahai Hamba-Ku: Tiada Tuhan selain Aku (Allah), dan sungguh tiada satu pun denyutan pada jantungmu yang dapat mengadakan gerakannya sendiri, melainkan dari pada Aku Yang Maha Menatapnya melalui “printah“ dan dalam hitungan-Ku yang tersembunyi. Dan bahwasannya cukup Akulah Yang Maha Mengetahui dan segala yang berada pada genggaman-Ku. Maka tiada yang lebih baik dari pada denyutan di dadamu, kecuai bila ia telah menjadi hitungan tasbih terhadap diri-Ku.

6. Wahai Hamba-Ku: Dan telah menjadi sesuatu yang mustahil bagi setiap pandangan untuk memandang keTuhanan-Ku bila engkau masih sendiri dalam perhitungan akalmu, hingga dari pada engkau hanya mendapati berbagai bilangan yang dengannya engkau terhijab dari pada-Ku. Ketahuilah,“Akulah zat Yang Mahanyata, Yang Hidup tanpa tiupan dan Yang Maha tunggal tanpa berhimpun dalam bilangan.“

7. Wahai Hamba-Ku: Pengetahuan-Ku tidaklah mencari huruf dan ianya bernyata, melainkan huruf Dan bilangan yang mencarinya. Maka janganlah sekali-kali engkau mendatangi-Ku dengan segala bentuk huruf dan bilangan, karena ianya akan menghijabmu dalam kata dan hitungan. Jika engkau ingin dapat mengenal tanpa pengenalan, serta berjalan kepada-Ku tanpa ada jarak yang dapat ditafsirkan, yakni apabila semata-mata engkau jadikan “rasa“mu tempat engkau mendatangi-Ku, sehingga cukuplah dengan pengetahuan-Nya engkau mengetahui keberadaan-Ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar