Selama kau tak mampu menjadi buku yang tak bertulis, jangan harap tulisan Alloh akan tertulis indah di buku hatimu, dan tulisan itu menjadi emas yang menyala seperti warna lampu menerangi setiap sudut ruang, dan menjelaskan antara haq dan bathil tanpa kau tersilaukan, lalu menadikanmu merasa rugi jika tak bangun tiap malam sendiri, hanya untuk menyambung tali munajadmu.

Selama kau tak mau menutup lubang indramu, dan selalu mengikuti aliran limbah apa yang menarik nafsumu, jangan harap kebeningan telaga hatimu kau capai, kau akan selalu keracunan oleh tegukan demi tegukan daya tarik duniawi, dan apa yang menggenang di hatimu juga perjalanan panjangmu, jangankan orang lain bisa mengambil manfaat, kau sendiri akan keracunan mati jika meneguk pendapat pikiranmu. Sekalipun kau anggap nikmat-nikmat kau dapat dari pendapat kosongmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar