Rasulullah mengajarkan dzikir kepada Ali bin Abi Thalib k.w. Hadits itu berbunyi;

اِنَّ عَلِيًّا سَئَلَ النَّبِيَّ صلم يَا رَسُوْلُ الَّلهِ دُلُّنِي عَلَى اَقْرَبِ الطُّرُقِ اِلَى اللهِ وَاَسْهَلَهَا عَلَى عِبَادِهِ وَاَفْضَلَهَا عِنْدَ اللهِ فَقَالَ النَّبِيَّ صلم عَلَيْكَ بِمُدَاوَمَةِ ذِكْرِ اللهِ قَالَ عَلِيُّ كَيْفَ أَذْكُرُ يَا رَسُوْلُ اللهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صلم غَمِّضْ عَيْنَيْكَ وَاسْمَعْ مِنِّى ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قُلْ اَنْتَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ وَاَنَا اَسْمَعُ فَقَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ ثَلاَثُ مَرَّاتٍ مُغَمِّضًا عَيْنَيْهِ رَافِعًا صَوْتُهُ وَعَلِيُّ يَسْمَعُ ثُمَّ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَالنَّبِيُّ يَسْمَعُ (الحديث بسند صحيح)

Sesungguhnya Saiyidina ‘Ali (Karamallu Wajhah) telah meminta kepada Rasulullah SAW (tentang suatu amalan) beliau berkata; Ya Rasulullah ! tunjukkan kepadaku jalan (tharekat) yang paling singkat menuju Allah, paling mudah mengamalkannya tetapi yang teragung disisi Allah. Rasul SAW menjawab; Kamu harus mendawamkan (selalu) dzikir kepada Allah. Bagaimana caranya saya melakukan dzikir itu Ya Rasulullah ? tanya ‘Ali. Rasul menjelaskan; Pejamkan kedua matamu, dengarkan aku mengucapkan dzikir tiga kali, kemudian kamu yang mengucapkannya dan saya mendengarkannya. Lalu Rasul SAW mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah ( لا اله الا الله ) sebanyak tiga kali dengan mata terpejam dan suara yang kuat, sedangkan ‘Ali mendengarkannya. Kemudian ‘Ali mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah ( لا اله الا الله ) dan Nabi mendengarkannya.

Dalam hadits lain Nabi saw bersabda : Ibnu Abbas berkata;

أنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلم وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ (رواه البخارى)

"Bahwa mengangkat suara keras dalam dzikir ketika selesai melaksanakan shalat fardhu, memang betul-betul terjadi pada masa Nabi SAW. Lalu Ibnu Abbas berkata; Saya mengetahui kejadian itu karena saya mendengarnya”. (H.R. Bukhari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar