Ilmu

Dan bersabda Nabi saw : "Ilmu itu adalah gudang-gudang. Anak kuncinya pertanyaan. Dari itu, bertanyalah. Sesungguhnya diberi pahala pada bertanya itu empat orang yaitu: yang bertanya, yang berilmu (yang ditanya), yang mendengar dan yang suka akan yang tiga orang tadi." (Abu Na’im)

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dzar ra. berbunyi : “Menghadiri majlis orang berilmu (adalah) lebih utama daripada mendirikan solat 1,000 rakaat, mengunjungi 1,000 orang sakit dan bertakziah 1,000 jenazah.” 
Lalu orang bertanya : “Wahai Rasulullah, dari membaca Al-Quran?” 
Maka Nabi menjawab : “Adakah manfaat Al-Quran itu selain dengan ilmu?”

Bersabda Nabi saw : “Barangsiapa meninggal dunia sedang (dia) menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dan nabi-nabi dalam syurga sejauh satu tingkat.”

Berkata ‘Atha’ : “Suatu majlis ilmu itu akan menutup dosa 70 majlis yang sia-sia.”

Berkata Umar ra. : “Meninggalnya 1000 orang ‘abid yang malamnya mengerjakan solat dan siangnya berpuasa, adalah lebih mudah daripada meninggalnya seorang alim yang mengetahui (apa) yang dihalalkan dan (apa) yang diharamkan.”

"Aku akan buktikan kecenderungan manusia sekarang, jauh dari bentuk kesenangan. Tertipunya mereka dengan kilatan fatamorgana. Dan kepuasan mereka dengan kulit ilmu, tanpa isi."

Orang yang tidak berilmu, hatinya menjadi sakit dan kematian hatinya itu suatu kemestian. Tetapi, dia tidak menyadari demikian, kerana kecintaan dan kesibukannya dengan dunia, menghilangkan perasaan itu. Sebagaimana takut yang bersangatan kadang-kadang menghilangkan kepedihan luka seketika, meskipun luka itu masih ada.

Cita-cita yang tertinggi bagi seseorang manusia ialah kebahagiaan abadi. Dan suatu yang paling utama, ialah jalan kepadanya. Dan tidak akan sampai kepadanya selain dengan ilmu dan amal. Dan tidak akan sampai kepada amal, selain dengan mengetahui cara beramal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar