orang merugi, rugi dalam perjalanannya, itu bisa di pastikan iya, tapi orang yang beruntung dalam perjalanannya itu jarang, sebab kebanyakan orang hanya memperjuangkan dirinya, dirinya, dan dirinya, kenapa dalam islam seseorang itu di perintah menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran? karena jika semata2, hanya mengandalkan ibadahnya sendiri, nyata setiap amal itu di tolak, makanya di butuhkan amal dari orang lain untuk menyokong amal kita, dan amal dari orang yang kita ajak kepada kebaikan, yang menjadi bagian kita pasti di terima, sebab tak membutuhkan tetek bengek segala macam keikhlasan segala, sebab itu bagian kita, tidak menunggu proses penyaringan. makanya kenapa orang yang mengajak orang lain berbuat baik, itu lebih unggul daripada seorang diri yang mendirikan sholat 5000x sehari semalam, atau orang yang membaca qur'an khatam 1x sehari semalam, sebab amaliyah kita sendiri kudu melewati proses, melewati penyaringan 7 langit untuk sampai pada Alloh, sedangkan keikhlasan kita sering x masih perlu di pertanyakan.